Home / Nasional / Solidaritas LDII Cimahi Diapresiasi oleh MUI

Solidaritas LDII Cimahi Diapresiasi oleh MUI

Ketua LDII Cimahi menyerahkan Buku Pedoman Ibadah kepada Ketua MUI Cimahi

CIMAHI (19/10) – MUI Cimahi Apresiasi Soliditas Organisasi LDII Pengurus DPD LDII Kota Cimahi bersilaturahim ke MUI Kota Cimahi dalam rangka menyampaikan hasil Rapimnas LDII Tahun 2020 di Kantor MUI Kota Cimahi, Senin (12/10/2020). MUI memberikan apresiasi terhadap soliditas kepengurusan dan warga LDII.

 Hadir dalam pertemuan itu pengurus DPD LDII Kota Cimahi, yakni Ketua Ir Dwi Hartono, Sekretaris Fadel Abrori SPi MH, dan Bendahara H Sugiarto SH. Selain itu hadir pula pengurus MUI Kota Cimahi, yakni Ketua KH Alan Nur Ridwan dan Sekretaris H Yayan Rohyana SPdI. LDII memberikan buku Munas 2016, buku Pedoman Ibadah dan Majalah Nuansa kepada MUI.

 Dalam paparannya, Dwi Hartono menjelaskan, perkembangan LDII di Kota Cimahi secara umum serta menyampaikan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2020 pada pertengahan Agustus 2020 yang memilih Ir KH Chriswanto Santoso MSc sebagai Penjabat Ketua Umum DPP LDII menggantikan Prof Dr Ir KH Abdullah Syam MSc yang wafat.

 Dwi juga menyampaikan, peran aktif LDII dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan membatasi kerumunan dengan melakukan pengajian secara online. “Pengajian tetap kami laksanakan, namun frekuensi dikurangi.

 Selain itu, pengajian dilakukan secara daring, untuk mengurangi dan menghindari Covid-19,” ujarnya. Dwi menjelaskan, perkembangan zaman dalam arus informasi dan globalisasi menyebabkan mudahnya generasi muda terpengaruh hal-hal negatif. Menyikapi hal itu, LDII membangun boarding school yang dipadukan dengan pondok pesantren selama dua tahun terakhir, yakni SMP dan SMA Baitul Izzah Boarding School (BIBS).

 “SMP BIBS sudah berjalan dua tahun terakhir. Agar pendidikan tetap berkelanjutan, maka mulai tahun ini dibuka SMA BIBS. Jika anak-anak ingin melanjutkan kuliah, di sekitar Bandung Raya ini, LDII sudah mempunyai PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa) yang ada di beberapa lokasi yang berdekatan dengan kampus-kampus,” papar Dwi.

Menanggapi hal itu, Ketua MUI Kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan mengaku senang dengan silaturahim ini dan meminta supaya pengurus LDII supaya aktif bergabung di kepengurusan MUI mulai tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota.

“Dimulai aktif di tingkat kelurahan, nanti ke kecamatan, terus berikutnya tingkat kota. Kami juga bangga dengan kemajuan yang dicapai LDII,” ujar Alan.

Alan juga mengingatkan beratnya tugas para para ulama terdahulu dalam menyiarkan dan melaksanakan Islam. Apalagi dulu belum ada fasilitas dari pemerintah kepada ulama.

“Ulama dulu bukan hanya pandai bicara dan rajin beramal, namun juga banyak karyanya. Baik karya tulis maupun karya lainnya. Sekarang pemerintah sudah mendorong dengan memberikan fasilitas, namun kita belum bisa seperti mereka,” urainya.

Alan berharap semua komponen yang mendapat amanah masyarakat, baik dari NU, Muhammadiyah, LDII, Persis dan ormas Islam lainnya bisa bersinergi dan mengayomi masyarakat.

“Terutama generasi milenial. Saat ini tuntutan zamannya berbeda dengan dulu. Apalagi dengan adanya medsos, semua info bisa cepat tersebar,” ujarnya.

Sementara Sekretaris MUI Kota Cimahi H Yayan Rohyana SPdI mengapresiasi LDII terhadap kerja organisasi, soliditas pengurus dan warganya. “LDII saat ini merupakan figur yang banyak dicontoh. Terutama dari kerja organisasi, soliditas kepengurusan hingga bisa dilaksanakan oleh warganya,” ujar Yayan.

Ingatkan Bahaya Anarko Alan mengingatkan adanya bahaya anarko yang belakangan ini muncul di Indonesia. Pasalnya, kelompok anarko menolak keberadaan negara maupun aturan-aturan negara. Kelompok ini biasanya identik dengan tindakan anarkisme.

 “Kelompok ini biasanya ingin terbebas dari keterikatan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Apalagi keberadaan mereka susah terdeteksi, dan berkomunikasi aktif melalui sosmed,” ujarnya.

 Hal ini menjadi permasalahan baru bagi ormas Islam dalam mengayomi umat Islam. Selain keberadaan anarko, pergerakan lain seperti komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan Islam liberal juga ikut mempengaruhi umat Islam dalam menetapi agamanya.

 “Sesuai dengan visi misi Kota Cimahi yang agamis, maka ini yang menjadi acuan kita untuk melindungi umat. Kita sebagai komponen umat Islam harus bekerjasama untuk melindungi dan mengayomi umat,” imbuh Alan.

 Alan berharap, MUI sebagai forum silaturahim menyamakan persepsi untuk memajukan agama, negara dan membina masyarakat dari godaan serangan akhir zaman.

 “Mari kita bersinergi dan berjabat tangan dalam menghadapi kondisi sekarang ini. Mudah-mudahan Allah memberi perlindungan. Kita sebagai pejuang tidak ada kapok, bosan, pensiun. Selama masih kuat dan mampu, apapun yang ada kita korbankan dan waqafkan untuk agama,” urainya.

 

Ketua DPD LDII Kota Cimahi menyerahkan hasil Rapimnas LDII Tahun 2020 kepada Ketua MUI Cimahi

Sementara Yayan menambahkan, LDII sebagai ormas sudah menunjukkan banyak perubahan dan perbaikan. Dalam kerja organisasi, LDII menjadi rujukan bagi ormas Islam lainnya.

“Namun masih ada PR untuk meyakinkan masyarakat bahwa LDII sekarang sudah berbeda. Diusahakan kalau bergaul dalam masyarakat tidak ada ekslusifitas,” ujar Yayan.

Menanggapi hal ini, Dwi mengatakan, LDII selalu mengajarkan warga LDII agar selalu mengikuti peraturan-peraturan pemerintah, dari tingkat terendah yakni RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga negara. Selain itu menjaga pergaulan sesuai dengan batasan yang diajarkan di Al Quran dan hadits.

“LDII selalu memagari warganya dengan apa yang telah diajarkan seperti yang terkandung dalam Al Quran dan hadits. Selain itu selalu kami ingatkan supaya mematuhi peraturan-peraturan pemerintah. Sesuai dengan asas dasar LDII yakni Pancasila,” ujar Dwi.

Mengenai ekslusifitas warga LDII, menurut Dwi, saat ini warga LDII sudah bisa membaur baik dengan lingkungan sekitarnya. Sebagian warga LDII justru dipilih sebagai Ketua RT maupun Ketua RW yang bertugas mengayomi warga lingkungannya.

 “Sebagian warga LDII ada yang ditunjuk sebagai Ketua RT maupun Ketua RW. Di dalam FKUB Kota Cimahi, saya bersama para ketua ormas Islam juga selalu memikirkan bagaimana caranya kondisi beragama di Cimahi ini bisa selalu kondusif. Sehingga masing-masing umat beragama bisa melaksanakan ibadahnya dengan nyaman,” pungkas Dwi. (fadel)

Oleh: Fadel Abrori (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

About penulis penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *