Banyuwangi (10/2). Di era globalisasi ini, jiwa kewirausahaan menjadi hal yang sangat penting untuk dipupuk pada generasi muda agar mereka menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, tangguh, dan mandiri. Bagi LDII, kemandirian pemuda sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Karakter luhur dan kemandirian juga dapat membantu pemuda LDII mengembangkan kreativitas serta jiwa kewirausahaannya.
Salah satu pemuda kreatif dari LDII Banyuwangi berhasil merangkul peluang bisnis minuman varian rasa, meraih sukses di tengah tantangan ekonomi. Dengan jiwa kreatifnya, pemuda ini mengubah ide minuman menjadi bisnis yang berkembang pesat. Bukan hanya kreatif, tetapi ia juga berinovasi dalam mengeksplorasi pasar minuman, mencapai kesuksesan di dunia bisnis yang dinamis.
Adalah Tumeka Grup, lahir dari keuletan, Pemuda LDII Banyuwangi bernama Gavit Sejahtera Pangestu dari Desa Sukorejo, Banyuwangi Selatan. Pria berusia 30 tahun ini adalah pemilik Tumeka Grup. Tumeka merupakan merek minuman kekinian yang menawarkan berbagai varian seperti Tea Series, Jeruk Series, Lemon Tea, Milkshake, Juice, dan Smoothies. Sebelum dikenal dengan nama Tumeka, bisnis ini bernama Juragan Jeruk sebelum akhirnya berganti nama menjadi Tumeka, yang berasal dari “To Mecca” (harapan bisa kembali beribadah di Makkah/Madinah).
Gavit memulai usaha di bidang kerajinan tangan sebelum akhirnya beralih ke bisnis minuman varian rasa. Dengan kegigihan, ia membuka banyak kemitraan dan kini menikmati kesuksesan di usia muda dengan memiliki lima outlet serta satu outlet menu spesial seblak prasmanan. Meskipun persaingan di industri minuman cukup ketat, Gavit berhasil membangun pelanggan setia melalui strategi pemasaran yang efektif.
“Intinya, perbanyak doa kepada Allah. Selain doa, setiap usaha memerlukan rencana bisnis yang matang. Rencana bisnis mencakup beberapa elemen kunci seperti target pasar, lokasi, modal awal, dan strategi pemasaran,” ungkapnya.
Menurut Gavit, kesuksesan sebuah bisnis minuman tidak lepas dari desain interior outlet. “Memiliki outlet dengan nama besar juga harus memperhatikan interior untuk menunjang kenyamanan dan estetika,” imbuhnya. Selain menu yang segar dan menarik, suasana outlet juga menjadi faktor penting yang menarik pelanggan untuk datang kembali.
Dalam menjalankan usahanya, Gavit terinspirasi oleh KH. Misbahul Muslih, salah satu Dewan Penasehat DPD LDII Banyuwangi. Dalam salah satu kegiatan, KH. Misbahul Muslih menjelaskan pentingnya usaha ketahanan keluarga. Menurutnya, membangun ketahanan keluarga menjadi suatu keharusan karena keluarga yang kuat akan menciptakan individu yang stabil secara emosional dan psikologis.
Gavit menambahkan bahwa membangun ketahanan keluarga dapat dilakukan dengan menabung, hidup sederhana, membangun relasi sebagai investasi jangka panjang, memahami serta mengendalikan utang, dan berinvestasi untuk diri sendiri. Ia menekankan bahwa utang sebaiknya bukan untuk gaya hidup, melainkan gaya hidup harus menjadi bagian dari investasi.
Kisah inspiratif ini mengajarkan bahwa di tengah sulitnya mencari pekerjaan, berwirausaha dengan kreativitas dan semangat bisa menjadi pilihan cerdas. Keberhasilan Gavit tidak hanya sebatas bisnis, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda LDII lainnya untuk berani bermimpi dan mengambil risiko dalam meraih kesuksesan.
Oleh: Wandi (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng