
Manokwari (12/12). LDII Manokwari menggelar kegiatan Permata Cinta Alam Indonesia (CAI) II 2025 yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, Distrik Aimasi, pada Minggu (21/9). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi lanjutan dari Permata CAI sebelumnya yang dilaksanakan pada Minggu (3/8).
“Kegiatan ini diikuti pemuda remaja LDII se-Manokwari. Permata CAI dirancang sebagai wadah pembinaan generasi penerus. Ini lanjutan dari kegiatan sebelumnya dan menjadi bagian dari penguatan karakter bagi generus LDII Manokwari,” ujar Ketua Panitia, Nasrullah.
Kegiatan ditutup oleh Dewan Penasehat LDII Manokwari, Kyai Kuatman, S.Pd. “Seluruh peserta supaya menerapkan ilmu yang telah diterima. Walaupun materinya padat dalam dua hari, kami harap bisa diresapi dan dipraktikkan di masing-masing remaja masjid. Ini penting untuk mempersiapkan generasi menghadapi Bonus Demografi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Kegiatan dimulai Sabtu (20/9) ba’da magrib dengan pembukaan oleh Dewan Penasehat LDII Papua Barat, KH. Ngatno. Setelah salat Isya, peserta menerima materi CAI mengenai sukses pendidikan dunia dan akhirat yang disampaikan H. Ilham Rusdi, Yusuf Wibowo, S.Pd., dan Erik Yuniardi.
Pada Minggu dini hari pukul 03.30 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan doa malam bersama hingga salat Subuh. Setelah itu, peserta menerima materi tentang penerapan 29 karakter luhur dari Ust. Salman, Ust. Faqih, dan Ust. Puput.
Agenda utama berlangsung pukul 09.00–12.00 WIT berupa outbound games yang mempraktikkan 29 karakter luhur. Enam kelompok peserta mengikuti permainan yang dibagi dalam enam pos untuk menguji kekompakan dan keakraban. Usai kegiatan di lapangan, peserta beristirahat dan melaksanakan salat Zuhur serta makan siang bersama.
Pada sesi siang pukul 13.00–15.30 WIT, peserta mendapatkan materi tentang peran pengurus, ulama, pendidik, dan orang tua dalam pembinaan generasi penerus. Materi disampaikan Ust. Ubaidillah, Ust. Abdullah Suburon, dan Ust. Edi Susilo.
Kegiatan Permata CAI II 2025 berhasil terselenggara dengan baik dan menjadi bagian dari penguatan karakter generasi muda LDII di Manokwari.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
Website Resmi LDII NTT | DPW LDII NTT Nusa Tenggara Timur
